Jumat, 07 Mei 2010

PUISI - Rumahku Surgaku

Rumahku brpondasi keimanan
Beratap kasih sayang
Dan bertiang kerukunan
Rumahku berlantai kejujuran
Berdinding kesejahteraan
Dan berpintu keterbukaan
Rumahku dikelilingi taman cinta
Dipagari cinta kasih
Diterangi lampu-lampu cantik iman
Dan dihiasi keceriaan
Betapa kokohnya ia berdiri
Siap, bahkan sanggup
Melawan rintangan
Menghadapi halangan
Rumahku surgaku

Puisi - Malam yang Menyedihkan

Malam itu,
aku duduk termangu di teras rumahku
Memandangi indahnya malam yang sepi dan sunyi
Tapi, kulihat dari jauh
samar-samar tapi pasti
sebuah mobil melaju ke arahku
Semakin mendekat,
akupun mendengar suara sirine mobil ambulans
yang memecah kesunyian malam itu
Aku bingung apa yang harus kuperbuat
Ketika mobil itu berhenti di halaman rumahku,
Beberapa orang keluar dari dalam mobil itu,
dan menunjuk sebuah benda yang ditutupi sehelai kain putih
Aku mulai berfirasat buruk tentang orangtuaku
Ketika aku membuka kain itu,
Aku melihat sepasang suami istri yang tidak bernyawa lagi
Tidak....
Tidak....
Ternyata firasatku benar
Orangtuaku meninggalkanku untuk selamanya
Sekarang, aku hanya sebatang kara

Puisi - Tuhan

TUHAN

Terima kasih, Tuhan
karena aku telah diberikan kehidupan
Terima kasih, Tuhan
karena aku hidup berkecukupan

Sekarang, aku lalai beribadah kepadamu
Sekarang, aku mengabaikanmu
Sekarang, aku tidak bersyukur atas kebaikan hati-Mu

Maafkanlah aku, Tuhan
atas semua dosaku
yang telah mengabaikan-Mu
yang tidak bersyukur kepada-Mu
Jauhkanlah aku dari siksa-Mu kala kiamat nanti, Tuhan